The 12 week year by Brian P. Moran & Michael Lennington

 

Mindmap

Buku ini menjelaskan sebuah cara untuk mencapai Goals tahunan yang biasanya kita buat di awal tahun menjadi Goals dalam jangka waktu tiga bulan. Menurut penulis war of art, Steven Pressfield. Ada dua jenis kehidupan di dalam hidup manusia, yaitu kehidupan yang dijalani dan kehidupan yang mampu dijalani. Pada dasarnya seorang manusia tahu apa yang terbaik bagi dirinya tapi mereka tidak melakukan eksekusi.

Mengapa kita harus membuang pemikiran secara tahunan dan berganti pemikiran secara Periodisasi? Karena kita kehilangan rasa urgensi untuk melakukan sesuatu. Pada kuartal empat hampir setiap bisnis mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan tiga kuartal sebelumnya dikarenakan adanya batas akhir pada setiap tahun yaitu 31 desember yang menyebabkan munculnya rasa urgensi. Periodisasi merupakan latihan para atlet yang dirancang secara fokus untuk mencapai hasil tertentu yang biasanya dilakukan selama empat - 6 minggu. Dengan menggunakan metode ini maka satu tahun menjadi 12 minggu, satu bulan menjadi satu minggu, dan satu minggu kini satu hari.

Sebelum menerapkan metode tersebut harus memiliki Tiga Prinsip, yaitu:
  1. Pertanggungjawaban, adalah sebuah sifat/karakter yang mengklaim segala sesuatu yang didapatkan karena kita sendiri, bukan dari efek luar. Kita semua memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ingin kita lakukan.
  2. Komitmen, Membuat janji pribadi pada diri sendiri. Memiliki perasaan yang sangat kuat untuk melakukan sesuatu.
  3. Kehebatan saat ini, Kehebatan itu bukan karena mendapatkan prestasi/hasil. Tetapi kehebatan itu dimulai saat kita melakukan suatu langkah yang dibutuhkan untuk menjadi hebat. Prestasi/hasil merupakan konfirmasi atas langkah hebat yanh dipilih tersebut.
Selanjutnya, setelah memiliki tiga prinsip, yang harus dilakukan adalah sebuah eksekusi yang dijadikan sebuah disiplin, Lima Disiplin tersebut, adalah:
  1. Visi. Memiliki pandangan yang jelas terhadap masa depan. Visi yang baik adalah visi yang dapat mengabungkan visi pribadi dengan visi bisnis untuk menjadi lebih baik. Dengan hal tersebut membuat kita berkomitmen.
  2. Perencanaan. Membuat rencana/langkah-langkah yanh efektif untuk mencapai hal yang diinginkan.
  3. Pengendalian Proses. Membuat waktu yang kita luangkan untuk aktivitas strategis dan menghasilkan uang.
  4. Penggunaan waktu. Menggunakan waktu kita dengan tujuan yang jelas merupakan suatu keberhasilan.
  5. Pengukuran. Untuk melakukan penilaian terhadap apa yang telah dijalani. Untuk mendapatkan informasi berbasis informasi
Setelah melakukan lima disiplin tersebut, ada lima tahap secara emosional dilalui orang-orang saat mengubah perilaku mereka yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Siklus Emosional Perubahan

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa terdapat lima tahapan dalam sebuah emosional perubahan, yaitu:
  1. Optimisme tanpa informasi. Tahap ini merupakan perasaan pertama kali ketika kita hanya memikirkan sebuah manfaat sebelum adanya ongkos pengorbanan.
  2. Pesimisme berbasis informasi. Tahap ini dimana kita secara sadar melihat manfaat yang diinginkan itu dibutuhkan sebuah ongkos pengorbanan yang besar dan mempertanyakan apakah akan sepadan apabila kita tetap melanjutkan.
  3. Lembah keputusasaan Tahap ini memberikan hal-hal negatif yang kita dapatkan saat melakukan ongkos pengorbanan dan melihat ternyata manfaat yang kita inginkan mulai terlihat tidak penting.
  4. Optimisme berbasis informasi. Tahap ini melihat ongkos pengorbanan yang dilakukan sudah mulai menjadi sebuah rutinitas. Pada tahap ini juga sudah mulai mendapatkan buah dari manfaat yang diinginkan.
  5. Kesuksesan dan pemenuhan. Tahap terakhir ini, memberikan manfaat yang sepenuhnya diinginkan dan semua ongkos pengorbanan hampir menghilang dan sudah menjadi rutinitas.



Komentar

Postingan Populer