Nunchi by Euny Hong


Mindmap

Buku ini menceritakan tentang kecerdasan emosional yang berasal dari korea untuk memahami keadaan suatu ruangan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Nunchi merupakan sebuah seni untuk memahami dengan seketika apa yang orang-orang pikirkan dan rasakan, agar dapat meningkatkan kualitas hubungan dalam kehidupan. 

Fokus nunchi bukan terhadap antar personal, tetapi ruangan. Ruangan yang dimaksudkan disini adalah temperatur, tekanan barometrik, volume, suasana hati, dan hal yang disebutkan tersebut selalu berubah. Di korea disebut sebagai boonwigi. Semua orang adalah anggota boonwigi yang berkontribusi hanya dengan berada di dalam ruangan. Bertindak tanpa nunchi, kita dapat merusak boonwigi ruangan tersebut. Dengan berfokus pada ruangan kita dapat melihat sudut pandang yang lebih besar. sehingga kita perlu bertindak dengan nunchi yang "cepat".

Seseorang yang dikatakan memiliki nunchi yang mahir atau ninja nunchi, bukan dengan memiliki nunchi "baik" tetapi "cepat". Dengan memiliki nunchi yang "cepat" kita dapat mengidentifikasi suatu ruangan dengan lebih baik. Inti dari kecepatan tersebut untuk mengumpulkan data-data/informasi yang kita butuhkan untuk mengetahui keadaan ruangan tersebut. Kita perlu mengamati dulu sebelum berbicara atau berinteraksi.

Kita juga perlu mengamati suatu konteks. Konteks merupakan pengingat bahwa segala sesuatu bukan tentang anda.
Contoh: ada seorang wanita yang sedang pergi ke bandara, ia menggunakan kaos Keith Richards dengan kutipan "'i've never had a problem with drugs. I've had a problem with a police". Saat menggunakan kaos tersebut, ia mengalami penggeledahan yang lebih lama.

Keith Richards

Selain konteks, kita juga tidak boleh melukaiSegala sesuatu yang kita anggap baik/dibutuhkan bagi orang lain belum tentu itu baik/dibutuhkan bagi mereka.
Contoh: Deddy corbuzier mengalami sebuah duka karena ayahnya meninggal, normal bagi orang untuk memberi pesan duka kepada Deddy Corbuzier, tetapi hal itu membuatnya terganggu karena banyaknya pesan yang diterima.

Nunchi bukan merupakan kecemasan emosional. Nunchi memang menggunakan lima indra anda, firasat merupakan otak instingtif anda yang lebih arif dan tua. Tetapi kembali, kita perlu mengumpulkan data untuk sebuah kesimpulan.
Contoh: Di kantor pacar anda bekerja, ada lelaki ganteng. Anda berpikir, "Pacar saya sedang ada main dengan orang ini". Hanya berdasarkan kegantengan pria itu tanpa didukung data lain.

ada lima bias budaya dari barat yang merupakan penghambat nunchi, yaitu:
  1. Empati > Pemahaman. Empati membuat kita mencoba menjadi orang tersebut. Bagaimana cara kita menjadi mereka, padahal kita tidak tau apa yang mereka rasakan. Empati juga seakan memaksa kita untuk memberikan nasihat, padahal mungkin orang tersebut hanya ingin didengarkan.
  2. Bersuara > Diam. Kita tidak harus selalu memberikan jawaban bagi seseorang. Setelah pangan dan papan, kebutuhan utama manusia adalah perasaan untuk didengar sesuai dengan empati diatas.
  3. Tonjolan tajam > bulat. Jika ada konflik, jangan langsung mengucapkan hal pertama yang terlintas di kepala. Tetapi menanyakan pada diri sendiri terlebih dahulu "apa yang aku lakukan dan mengapa?". Itu membuat pikiran anda stabil. Jangan mencari masalah.
  4. Sikap Terbuka > Tertutup. Orang introvert dianggap sebagai orang yang tidak keren, karena selalu sendiri. Padahal, mungkin si introvert sedang melihat keadaan dan mungkin ia lebih mengetahui dinamika sosial di dalam kelompok sosial anda.
  5. Individualisme > Kebersamaan. Dunia tidak berputar di anda, jadi semuanya bukan tentang anda. Contoh: Bagaimana orang Korea ketika ada kecelakaan di terowongan Video
Setelah lima bias budaya dari barat tadi, selanjutnya ada delapan prinsip nunchi, yaitu:
  1. Kosongkan Pikiran. Jangan membuat asumsi terlebih dahulu terhadap seseorang. Biarkan mengalir dulu sembari mengumpulkan informasi.
  2. Pengamat Nunchi. Ruangan akan selalu berubah setiap menitnya. Dengan demikian kita perlu melakukan pengamatan untuk menangkap momen apa yang telah terjadi.
  3. Tutup Mulut. Kita diciptakan dengan dua telinga dan satu mata. Lebih baik kita menyimak terlebih dahulu sebelum berbicara. Kebanyakan pertanyaan akan terjawab, setelah kita mendengarkan terlebih dahulu. Contoh: Saat rapat ada seseorang sedang menjelaskan strategi perusahaan, di saat penjelasan ada peserta yang menyela untuk menanyakan sesuatu. Hal itu membuat diskusi menjadi lebih lama bagi orang yang mengikuti rapat tersebut dan membuat suasana diskusi menjadi tidak enak. Padahal pertanyaan tersebut akan terjawab, setelah penjelasan strategi tersebut dilanjutkan.
  4. Lincah. Kelincahan sangat diperlukan di dalam nunchi. Setiap 10 menit keadaan ruangan berubah. Keberhasilan bertahan bukanlah orang yang kuat, tetapi orang yang lincah dan adaptif.
  5. Tersirat. Tidak semua orang bisa mengungkapkan semua keluh kesahnya secara eksplisit. Kita perlu melihat semua gestur yang dilakukan teman bicara kita.
  6. Kesalahan tak Disengaja. Jika anda melakukan kesalahan, kebanyakan anda malah membuat kesalahan itu menjadi lebih besar. Sebaiknya mendengarkan dan minta maaf.
  7. Tata Krama. Tata krama sangat penting karena dibuat untuk membuat kenyamanan semua orang. Jangan memaksakan ego kita di setiap tempat.
  8. Sadar, ada orang terlebih dahulu. Setiap kita masuk ke dalam sebuah ruangan, selalu sadari bahwa ada orang yang lebih dahulu berada di dalam ruangan tersebut. Sebelum melakukan interaksi kita perlu melihat keadaan ruangan tersebut untuk mengumpulkan data. Tidak perlu melakukan hal yang heboh.

Komentar

Postingan Populer